11 awak, termasuk Pinoy yang ditahan di kapal yang dibajak oleh pemberontak Yaman — UEA GMA News Online
Pinoy Abroad

11 awak, termasuk Pinoy yang ditahan di kapal yang dibajak oleh pemberontak Yaman — UEA GMA News Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa – Sebuah kapal yang dibajak oleh pemberontak Yaman di Laut Merah memiliki 11 awak dari lima negara, kata Uni Emirat Arab kepada presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Senin.

Tujuh dari awak adalah orang India dan yang lainnya berasal dari Ethiopia, Indonesia, Myanmar dan Filipina, kata perwakilan tetap UEA dalam sebuah surat yang diperoleh AFP.

Mereka mengecam “tindakan pembajakan” terhadap Rwabee berbendera UEA, yang direbut pemberontak Huthi pada 2 Januari.

Pemberontak yang didukung Iran mengatakan mereka merebut Rwabee di perairan Yaman dan telah merilis video yang mereka katakan menunjukkan peralatan militer di kapal.

“Tindakan pembajakan ini bertentangan dengan ketentuan dasar hukum internasional,” kata surat yang ditandatangani oleh Duta Besar UEA Lana Nusseibeh tertanggal 9 Januari.

“Ini juga merupakan ancaman serius bagi kebebasan dan keselamatan navigasi serta perdagangan internasional di Laut Merah, dan terhadap keamanan dan stabilitas regional.”

Nusseibeh menggambarkan Rwabee sebagai “kapal kargo sipil” yang disewa oleh perusahaan Saudi dan membawa peralatan yang digunakan di rumah sakit lapangan. Itu bepergian dengan rute internasional, tambahnya.

Koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi di Yaman untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional pada Maret 2015 setelah Huthi merebut ibu kota, Sanaa, pada September sebelumnya.

PBB memperkirakan bahwa perang akan menewaskan sekitar 377.000 orang secara langsung atau tidak langsung pada akhir tahun 2021, dan menyebutnya sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia. — Badan Media Prancis


Posted By : nomor hk hari ini